Belajar bahasa Kotlin: Percabangan if, if-else, if-else-if

Belajar bahasa Kotlin: Percabangan if, if-else, if-else-if

#tutorial

#kotlin

https://placeimg.com/640/480/any

Saat mengembangkan suatu program pasti akan bertemu dengan alur dimana memerlukan sebuah kondisi untuk menjalankan sebuah statement atau expression. Seperti ketika mengecek apakah sebuah variabel itu genap atau ganjil, jika ganjil lakukan apa dan jika genap lakukan apa.

Konsep seperti ini biasa disebut dengan Percabangan. Hampir seluruh bahasa pemrograman memiliki konsep semacam ini. Tak terkecuali dengan Kotlin. Pada Kotlin ada 2, menggunakan if dan menggunakan when. Berikut struktur dasar dari percabangan if

if (kondisi) {
    kerjakan
}

Yang kali ini kita bahas adalah Percabangan if

If Expression

Pertama adalah If Expression. Ini menggunakan kata kunci atau keyword if. if akan menguji sebuah kondisi atau statement jika kondisi terpenuhi maka akan menjalakan proses. Biasanya kondisi berisi dengan operator perbandingan dimana akan menghasilkan nilai True atau False.

Misal pada contoh kode dibawah ini:

val bilangan = -10

if (bilangan < 0) {
    println("Bilangan Negatif")
}

// Output = Bilangan Negatif

Program diatas akan mengecek apakah suatu bilangan itu positif atau negatif, jika bilangan itu kurang dari 0 maka dikatakn bilangan itu negatif. Nah terus gimana kalau bilangan itu positif ? gimana memberi aksi atau proses nya ?

Jawabannya adalah dengan menggunakan else. Pemaparannya ada dibawah ini

If-else Expression

Untuk memberi aksi ketika kondisi tidak terpenuhi maka gunakan else. else ini akan dijalankan ketika kondisi pada if tidak terpenuhi. Berikut contoh kode yang merupakan kelanjutan dari kode diatas.

val bilangan = -10

if (bilangan < 0) {
    println("Bilangan Negatif")
} else {
    println("Bilangan Positif")
}

// Output = Bilangan Negatif

Selanjutnya adalah untuk membuat 2 kondisi maka gunakan keyword else if.

If-else-if Expression

Membuat 2 kondisi bukan berarti 2 if tapi menggunakan keyword else if. Else if terletak setelah penulisan block if, jadi berada di tengah tengah if dan else. Jadi ketika kondisi pertama tidak terpenuhi maka akan ke kondisi kedua dan juga masih tidak terpenuhi maka berarti lanjut ke block else.

Seperti pada kode berikut:

val jam = 16;

if (jam == 12) {
    println("Waktunya makan siang")  
} 
else if (jam == 16) {
    println("Waktunya mandi")  
}
else {
    println("Tidak ada")  
}

// Output = Waktunya mandi

Ketika jam tidak memenuhi kondisi if maka akan dilanjutkan ke else if, ketika memenuhi maka akan dijalankan perintah println(). Nah kalau ada pertanyaan kapan menggunakan else if ? maka ketika diperlukan kondisi yang lebih dari 1 maka gunakan else if.

Namun untuk yang memang banyak memerlukan kondisi misal 10 kondisi maka gunakan percabangan when, percabangan ini akan saya bahas di artikel Tutorial Kotlin selanjutnya.

Referensi

We'll never share your email with anyone else.